Masyarakat Keluhkan Peternakan Ayam  Broiler di Desa Gandaria, Karena Menimbulkan Bau yang Menyengat

Gambar Gravatar

TANGERANG, horizontalnews.com |  Selasa, (01/03/2022) Peternakan ayam potong di Kampung Kipatih, Desa Gandaria Kecamatan Mekarbaru Kabupaten Tangerang Banten, dikeluhkan warga setempat, karena menimbulkan bau yang tidak sedap dan lalat beterbangan di pemukiman warga.

Lokasi peternakan yang dekat dengan perumahan warga, menjadi masalah bagi warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi peternakan, apalagi saat musim panen ayam tiba, bau yang tidak sedap dan banyaknya lalat yang menyerang rumah warga dikhawatirkan menimbulkan penyakit, apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga Kampung Betong bernama Usman, mengatakan saat ditanya oleh awak media, kalau lagi musim panen ayam banyak lalat yang beterbangan dan menimbulkan bau yang menyengat.

” Ya pak, peternakan ayam ini tidak jauh dari rumah warga, kalau sedang panen ayam’ banyak lalat yang masuk rumah warga, terus baunya sangat menyengat, kami hawatir dapat menimbulkan penyakit, apalagi sekarang ini musim hujan”, jelasnya .

Usman menambahkan,” Kandang ayam untuk peternakan ayam potong broiler milik Sana, yang mengelola Saripudin dan Jamak, saya berharap Pemerintah melalui Muspika setempat untuk segera menyikapi”, tutup Usman.

Herlan Anggota LSM Indonesia Monitoring Law & Justice, saat ditemui di kediamannya, saat ditanya mengenai Peternakan ayam di Gandaria, yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga, sangat menyayangkan, dan berharap kepada Pemerintah melalui Dinas terkait segera mengevaluasi perizinan Peternakan ayam broiler tersebut.

” Peternakan ayam di Desa Gandaria yang tidak jauh dari pemukiman warga sangat disayangkan, karena disaat panen tiba, bau yang tidak sedap dan lalat banyak beterbangan di rumah warga, apalagi sekarang ini musim penghujan”, paparnya.

” Pemerintah melalui Dinas terkait harus segera mengevaluasi izin peternakan ayam di Desa Gandaria, dan harus segera menyikapi, karena menimbulkan dampak yang bisa menimbulkan dan mempengaruhi baku mutu udara dan baku mutu air”, pungkasnya.

Saat dikonfirmasi di kandang peternakan, pengelola dan pemilik tidak ada ditempat, yang ada hanya pekerja yang tidak mau disebutkan namanya, yang sehari hari mengurus ayam, dan membernarkar Bos pengelola adalah Saripudin dan Jamak.

” Ya pak, Bosnya adalah Saripudin dan Jamak”, katanya singkat.

Tim/Red

Komentar Facebook

Pos terkait