Air Irigasi Di Kecamatan Jayanti Pagi Ini Berwarna Coklat Pekat, Di Duga Pembuangan Air Limbah Industri

Gambar Gravatar

HorizontalNews | Tangerang – Pembuangan air limbah ke irigasi yang diduga dari perusahaan di wilayah kecamatan jayanti kini terulang kembali, selasa pagi, (21/12/2021).

Air limbah berwarna kecoklatan pekat, terlihat di irigasi di wilayah Kp Kramat Desa Sumur Bandung Jayanti sekitar pagi hari pukul 06.00WIB.

Bacaan Lainnya

Antoni Ketua DPC-RJN (Ruang Jurnalis Nusantara Kabupaten Tangerang) ketika dimintai komentarnya mengatakan, pertemuan kami dengan para pejabat setempat, dinas DLHK dan perusahaan beberapa waktu terkait pencemaran air irigasi di wilayah kecamatan jayanti terkesan sia-sia.

Hari ini (21/12/2021) masih ada lagi pembuangan air limbah di pagi hari di irigasi tempat masyarakat dan petani berharap untuk mengairi persawahannya.

Kemana lagi masyarakat harus mengadu, jika hal ini terkesan dibiarkan, padahal saat pertemuan yang lalu para pejabat tersebut mendengar keluhan dari kepala desa setempat terkait petani yang mengeluhkan hasil panennya, karena bergantung pada air irigasi tersebut.

Keluhan petani dan masyarakat seharusnya dicarikan solusi bukan hanya terkesan ditampung dan tidak ada tindak lanjutnya.

Kecamatan adalah perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten yang seharusnya sebagai kepala kecamatan harus responsif terhadap keluhan masyarakat dan petani sekitar dengan mengambil langkah tegas, bukan mengalihkan terkesan tidak punya kewenangan, kepada siapa lagi masyarakat mengadu jika tempatnya mengadu hanya ditampung tapi belum ada tindakan berarti hingga kini, tutur Antoni.

Terbukti dengan hari ini, masih saja
ada pembuangan air limbah ke irigasi di pagi hari dan pembuangan tersebut disamarkan dengan turunnya hujan, dan hal itu juga sudah diberitahu sebelumnya disaat pertemuan lalu.

Sementara itu, Bonay Supriyadi Aktifis Lingkungan hidup dan juga dari Karang Taruna kecamatan Jayanti menambahkan, nanti di saat musim kemarau air irigasi akan tercium aroma tidak sedap karena ada endapan/lumpur dari bekas pembuangan air limbah tersebut.

Kami berharap ada solusi, karena itu yang diharapkan oleh masyarakat, ungkap bonay yang juga warga dari kecamatan Jayanti.

Kami dari Tim DPC-RJN bersama masyarakat akan menyurati Bupati Tangerang agar secepatnya ada tindakan, karena para petani sangat bergantung di air irigasi tersebut, saat ini terbantu dengan musim hujan, tapi nanti disaat musim kemarau air irigasi inilah yang jadi pasokan utama untuk mengairi persawahan mereka, tutup Bonay.

Sementara Camat Jayanti Yandri Permana ketika dikonfirmasi terkait adalagi pembuangan air limbah yang diduga dari industri hanya mengatakan, “Siap, teruskan ke pak sandi (DLHK Kab Tangerang, red)”.

(Bonai/DPC-RJN Kab Tangerang)

Komentar Facebook

Pos terkait