Aisyah Suci Amelia Minta Kepala Desa di Wilayah Hulu Tamiang Tidak Salahguna Jabatan

ACEH TAMIANG – HorizontalNews.com | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang terpilih periode 2024-2029 dari Partai Aceh daerah, Aisyah Suci Amelia, A. Md. Keb minta kepala desa (Kades) Wilayah Hulu Tamiang agar tidak salah gunakan wewenang jabatannya.

Kader Partai Aceh (PA) daerah pemilihan (Dapil) 4 Aceh Tamiang itu, meskipun belum dilantik, sudah kerap mendengar dan memperoleh informasi tentang adanya indikasi penyalahgunaan wewenang jabatan oleh para oknum Kades atau Datok Penghulu Kampung terhadap masyarakatnya.

Bacaan Lainnya
Seluruh Staff Media HorizontalNews mengucapkan : Selamat Hari Bhayangkara ke 78 Th

“Saya sering mendengar dan mendapat informasi dari berbagai media terkait adanya para oknum Datok Penghulu Kampung disinyalir semena-mena dan sewenang-wenang terhadap masyarakatnya, terutama dalam hal kebijakan dan pelaksanaan Regulasi terkait bantuan sosial (Bansos),” ujar Aisyah Suci Amelia, A. Md, Keb.

Melalui media ini, Anggota DPRK termuda periode 2024-2029 tersebut, minta kepada pemerintah desa (Pemdes) khususnya Datok Penghulu Kampung agar menyalurkan Bansos kepada masyarakat penerima manfaat sesuai kriteria diatur Regulasi dan tidak mengutamakan keluarga dan kerabat dekat yang tidak layak terima.

“Utamakan kepentingan masyarakat umum dari pada kepentingan pribadi dan keluarga, sebagai seorang pemimpin harus adil dan bijaksana dalam membantu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat nya, jangan mengedepankan anggota keluarga dekat atau kerabat dekat, itu tidak amanah namanya,” tegas Kader PA Dapil 4 Aceh Tamiang itu, Senin (03/06/24).

Amel, sapaan akrab Aisyah Suci Amelia sangat berharap mengedepankan kepentingan masyarakat sesuai kriteria ditentukan aturan pemerintah sebagai penerima manfaat setiap bantuan merupakan wujud nyata pelaksanaan tata pemerintahan yang baik dan benar serta mencegah terjadinya konflik kesenjangan dan terhindarnya mosi tidak percaya masyarakat kepada pemimpinnya.

Untuk itu, Amel menghimbau kepada seluruh Pemdes di wilayah Hulu Tamiang kedepankan musyawarah mufakat bersama seluruh elemen masyarakat desa, tidak hanya musyawarah sesama perangkat desa saja, karena informasinya sangat sempit diperoleh jika sedikit orang yang berikan masukan.

Kepada seluruh masyarakat, Aisyah Suci Amelia berpesan agar menyelesaikan semua persoalan diutamakan dengan azas musyawarah mufakat dan tidak kedepankan arogansi, apabila hak-hak masyarakat terabaikan terus menerus secara sengaja rakyat bebas berbicara di negeri ini karena diatur dalam Undang-undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP).*

Laporan : MN

Komentar Facebook

Pos terkait