Galian Tanah di Kampung Cayur Kembali Beroperasi, Pengusaha Seolah Kebal Hukum

Gambar Gravatar

 

TANGERANG, horizontalnews.com | -Galian tanah yang diduga Ilegal kembali beroperasi, seolah Pengusaha kebal hukum, lokasi galian tepatnya di Kampung Cayur, Desa Rancailat, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang – Banten. (19/02/2022).

Bacaan Lainnya

Lokasi galian tanah tersebut milik Hj.Emi yang dulu pernah ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Tangerang, namun sekarang akan kembali beroperasi.

Galian tanah yang diduga Ilegal, dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan, bahkan sangat berpotensi mengakibatkan kecelakaan terhadap pengguna jalan raya, terutama pengendara motor, mengingat sekarang musim penghujan, karena tanah berserakan di jalan, sehingga jalan menjadi licin.

Menurut informasi dari Aripin, Anggota LSM Indonesia Monitoring Law & Justice Provinsi Banten, saat diwawancarai oleh Awak Media mengatakan, galian tanah yang akan beroperasi milik Hj Emi yang akan dikelola oleh H.Daman, dan yang sekarang sudah beroperasi milik Boton, yang diduga Ilegal, berharap kepada Pemerintah untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap Pengusaha galian yang diduga kebal hukum.

” Saya investigasi ke lokasi galian, menurut informasi yang saya dapat, lokasi galian milik Hj.Emi yang dikelola oleh H. Daman, sedangkan yang sudah beroperasi adalah lokasi milik Boton, kalau H. Daman baru menurunkan alat berat”, jelas Aripin.

Aripin menambahkan,” Tanah berserakan di jalan raya, sekarang musim penghujan, sangat berbahaya bagi pengguna jalan terutama pengendara motor, karena jalan menjadi licin, dan rentan kecelakaan”, tambahnya.

” Semoga Pemerintah dan Muspika Kecamatan Kresek segera melakukan langkah tegas terhadap Pengusaha galian yang diduga Kebal hukum”, pungkasnya.

Warga yang tidak mau disebutkan namanya, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi galian saat ditanya oleh Awak Media membenarkan, bahwa galian tanah itu milik Hj. Emi, Pengelola galiannya adalah H.Daman, dan yang diseberang jalan Amelia adalah milik Boton.

” Lokasi galian milik Hj.Emi, dan yang mau jalan bosnya adalah H. Daman, sedangkan yang diseberang jalan Amelia adalah milik Boton”, paparnya .

Salah satu pengendara motor yang yang biasa melintas dijalan raya Kronjo Ceplak berinisial IM, mengeluh karena tanah yang berserakan di jalan yang dilalui armada pengangkut tanah, sangat licin apabila tersiram hujan, apalagi sekarang musim penghujan.

” Galian tanah sekarang mulai beroperasi, tanah berserakan di jalan, kalau kena hujan jalan jadi licin , setiap hari saya pulang pergi kerja naek motor pak “, kata IM.

(Abeng/Red)

Komentar Facebook

Pos terkait