Modus Bisa Masukin Jadi PNS,10 Orang Warga Lebak Kena Tipu

Gambar Gravatar

HORIZONTALNEWS.COM-Sebanyak 10 orang warga Kabupaten Lebak mengaku  menjadi korban penipuan senilai puluhan juta yang dilakukan oleh seorang perantara alias calo berinisial H (51) warga Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

Mereka ditipu oleh H, setelah pelaku mengiming-ngimingi para korban untuk menjadi Pejabat Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kantor Samsat Malingping, RSUD Malimping, dan Kantor Dinas PUPR Lebak.

Bacaan Lainnya

Para korban ialah  Dede Yusup, Asti Ariska, Soleh, Solihat, Robi Sugara, Bayu, Asinah warga Desa  Rahong, Kecamatan Malimping, Roi, Sanim, dan Barnas warga Kecamatan Wanalasalam, Kabupaten Lebak.

BACA JUGA :Soal Jembatan Cidikit, FKMPPB Gugat PUPR BANTEN

Kepala Desa Rahong, Ubed Jubaedi mengatakan, para korban sendiri ditipu oleh pelaku dengan nominal yang berbeda-beda mulai dari Rp5 juta hingga Rp17 juta lebih.

“Korban ini ditawari oleh pelaku sebuah pekerjaan sebagai PNS yang bertugas di kantor Samsat dan RSUD Malimping. Mereka diminta uang muka dengan nilai yang bervariatif oleh pelaku,” kata Ubed kepada wartawan

Ubed menyebut, modus penipuan itu sendiri dilakukan pelaku pada Bulan Mei 2021 lalu. Para korban diminta untuk menyetorkan uang kepada pelaku terlebih dahulu, dengan pelaku yang berjanji akan segera menempatkan para korban dikedua tempat itu sebagai PNS.

Namun, hingga kini janji nya itu tinggal janji saja, penempatan posisi yang didamba-dambakan oleh para korban hingga kini belum didapatkan.

“Jadi H ini tidak kerja apa apa, cuma dia ngaku punya kedekatan khusus dengan pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten salah satunya Kepala Samsat Malimping dulu yakni Samad yang kini telah dipenjara,” ungkapnya.

Katanya, untuk  Roi, Sanim, dan Barnas warga Kecamatan Wanalasalam, ditipu oleh orang yang berbeda yakni S, seorang guru SMP di Kecamatan Wanasalam.

Usut punya usut, S sendiri merupakan orang dekat H. Yang mana S juga menawari ke 3 korban itu untuk bekerja di Dinas PUPR Lebak.

Yang tiga ini dari Oknum PNS inisialnya S. Ia ini menawari kerja ke Sanim, bahwa Sanim bisa langsung kerja tampa tes, tapi harus cari orang lain. Nah,Sanim pun mengajak 2 orang temannya. Ternyata sama menjurusnya ke H ini. S ini juga kakak iparnya H,” katanya.

Ubed mengatakan, pihaknya sendiri yang mempunyai barang bukti berupa rekaman, bukti transfer dan foto penyerahan uang telah melaporkan oknum H itu kepada pihak kepolisian.

“Kami berharap agar uang para korban ini di kembalikan secara full, dan H di tindak tegas,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Pos terkait