Nasib Miris Dialami Mumun di Arab Saudi, Keluarga PMI Akan Laporkan Sponsor ke Polisi

Gambar Gravatar

TANGERANG, horizontalnews.com – Nasib malang yang menimpa Mumun binti Markam Kinan, warga Bakung RT 002 RW 001 Desa Bakung Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang Banten, di Riyadh Arab Saudi, yang sampai sekarang masih di penjara Al Malaz Riyadh. Rabu (15) 09/2021).

Markam orang tua dari Mumun melaporkan hal ini ke DPC GARDA BMI Kabupaten Tangerang pada 05 09 2021 dengan memberikan kuasa pendampingan.

Bacaan Lainnya

Markam saat ditemui awak media di kediamannya mengatakan sangat membutuhkan bantuan untuk mengurus anaknya yang sekarang sedang di penjara di Arab Saudi, sudah beberapa kali meminta kepada Sponsor akan tetapi tidak direspon dengan dalih sudah lebih dari 2 tahun, jadi bukan tanggung jawab Sponsor lagi.

” Saya minta tolong untuk membantu mengurus anak saya yang sekarang dipenjara di Arab Saudi, karena saya sudah tidak tau lagi harus kemana cari bantuan, menta bantuan ke Sponsor yang memberangkatkan katanya sudah bukan tanggung jawab dia lagi, karena sudah lebih dari 2 tahun”, jelas Markam dengan raut muka yang sedih.

DPC GARDA BMI Tangerang dan Tim menemui Sponsor yang bernama Mira, warga Kampung Pasir Salam RT 01 RW 01 Desa Bakung Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang Banten, saat dikonfirmasi mengatakan bukan dirinya yang memproses, apalagi sudah lebih dari dua tahun, jadi sudah bukan lagi tanggung jawabnya.

” Saya kan cuma bawa Mumun, tapi TKW tersebut bukan saya yang proses, lagian Mumun itu kan sudah lebih dari dua tahun, jadi bukan tanggung jawab saya lagi”, tuturnya

Dalam Undang undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO) dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 260/ 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan, yang artinya pemberangkatan PMI non Prosedural.

Menanggapi hal tersebut, Herlan Pengurus GARDA BMI DPC Kabupaten Tangerang mengatakan ” Persoalan yang menimpa TKW Mumun ini sangat memprihatikan, karena melalui peroses Ilegal, seponsor mau cuci tangan ketika PMI/TKW mengalami permasalahan, dan di duga ini ada unsur pelanggaran hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), apalagi disitu ada keuntungan yang di dapatkan oleh sponsor tersebut”, jelasnya.

Herlan menambahkan,” Saya berharap ada tindakan tegas dari Pemerintah agar hal tersebut tidak terjadi dan terulang lagi terulang, karena ini Tindakan Pidana Penjualan Orang dan juga kejahatan internasional”, tutupnya.

(H.Tarmidi)

Komentar Facebook

Pos terkait