Penyaluran Bansos BPNT Di Kecamatan Sindangjaya Di Duga Rugikan KPM

Gambar Gravatar

TANGERANG, horizontalnews.com – Di Balik bantuan untuk warga miskin ada bisnis menjanjikan dari program kemensos di Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bantuan yang seharusnya tepat sasaran dari orang maupun komoditasnya, tetapi diduga dijadikan ajang mengeruk keuntungan semata tanpa memikirkan kualitas oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dikatakan oleh salah satu KPM di Desa Sindangsono kecamatan Sindangjaya berasnya tidak bagus, ada yang kuning, kalaupun ada yang putih ketika dimasak tidak enak dan berbau, saya tukarkan saja sama beras hajat, saya kemarin dapat tiga karung, saya diminta mencairkan bantuan BPNT itu disuatu tempat, ungkapnya.

Ketika ditanyakan oleh wartawan kepada KPM jika punya uang Rp 200Ribu mau kah membeli beras telor dsb di warung tersebut, “kalau bisa memilih pak saya minta uangnya saja, biar bisa membeli sesuai kebutuhan”, jawabnya.

Sementara itu salah satu KPM didesa berbeda juga mengeluhkan hal yang sama terkait beras dan juga ketika wartawan pertanyakan terkait maukah membeli barang yang diterimanya seharga Rp 200ribu, ia memilih untuk membelanjakan sendiri daripada ini, tukasnya.

Anthoni Ketua Ruang Jurnalis Nusantara DPC Kab Tangerang menyayangkan ulah oknum yang hanya memikirkan keuntungan daripada kualitas, mereka seperti mengorbankan hak orang miskin untuk mendapatkan haknya.

Kalau kita hitung barang yang diterima oleh mereka dengan harga 200ribu, seharusnya dari beras KPM mendapatkan kualitas baik, bukan beras murah seperti ini, harga dengan yang diberikan diduga sangat tidak sesuai, ini terkesan membodohi masyarakat miskin, ungkap Anthoni.

Penyaluran di wilayah ini diduga sudah terstruktur dan dipaket-paketkan KPM diduga ada yang mengarahkan untuk mengambil bantuan BPNT disuatu tempat.

Kami menyayangkan hal ini terus terjadi dan diduga memperkaya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan bantuan bagi warga miskin dan kami akan melayangkan surat ke dinsos dan juga kementrian sosial, dengan bukti-bukti yang kami dapatkan ada dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan, imbuh Anthoni.

Saat inipun kami sedang menggali informasi terkait bantuan PKH beberapa tahun silam di wilayah kecamatan sindangjaya, kami berencana akan printout buku rekening untuk mencocokan bantuan yang KPM terima pada saat itu, kata Anthoni.

Salah satu Pendamping PKH Desa Sindangsono, Taufik ketika dikonfirmasi oleh sWara45 terkait keluhan KPMnya terkait beras dan ada dugaan pengarahan KPM untuk mencairkan disuatu tempat, Ia mengatakan tidak mengetahui, “saya saat ini fokus untuk data buat sagis”, jawabnya.

(Red)

Komentar Facebook

Pos terkait