Polisi Menetapkan Dua Warga Negara WNA Cina Sebagai tersangka kasus ledakan  tungku smelter nikel PT  (ITSS).

Gambar Gravatar

 

Palu- HorizontalNews com .

Bacaan Lainnya

Polisi menetapkan dua warga  negara asing atau WNA sebagai tersangka kasus ledakan  Tungku smelter nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono menyebut kedua tersangka merupakan WNA asal China, berinisial ZG dan Z.

“(Dua tersangka) ZG warga negara Cina jenis kelamin laki-laki. Z juga warga negara Cina jenis kelamin laki-laki,” kata Kombes Djoko, Minggu (11/2/2024), dikutip dari Palu.tribunnews.com.

Menurut penjelasannya, ZG bekerja sebagai Supervisor Furnace PT Zhao Hui Nikel yang kemudian diperbantukan ke PT ITSS.

Sementara Z, kata dia merupakan Wakil Supervisor PT OSMI.

Meski demikian Djoko Wienartono belum menjelaskan lebih lanjut terkait peran kedua tersangka dalam kasus ledakan tungku semlter tersebut.

Diberitakan sebelumnya, ledakan smelter nikel di Morowali ini yang terjadi pada Minggu (24/12/2023) pagi.

Sebanyak 21 pekerja yang terdiri dari 13 TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan 8 TKA (Tenaga Kerja Asing) tewas. Sementara itu puluhan korban mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Djoko Wienarto sebelumnya juga telah membenarkan pernyataan Kapolda Sulteng Irjen Agus Nugroho bahwa kasus ledakan smelter di PT ITSS tersebut diduga ada pelanggaran terkait standar operasional prosedur atau SOP.

Sementara Z, kata dia merupakan Wakil Supervisor PT OSMI.

Meski demikian Djoko Wienartono belum menjelaskan lebih lanjut terkait peran kedua tersangka dalam kasus ledakan tungku semlter tersebut.

Diberitakan Kompas.tv sebelumnya, ledakan smelter nikel di Morowali ini yang terjadi pada Minggu (24/12/2023) pagi.

Sebanyak 21 pekerja yang terdiri dari 13 TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan 8 TKA (Tenaga Kerja Asing) tewas. Sementara itu puluhan korban mengalami luka-luka Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Djoko Wienarto sebelumnya juga telah membenarkan pernyataan Kapolda Sulteng Irjen Agus Nugroho bahwa kasus ledakan smelter di PT ITSS tersebut diduga ada pelanggaran terkait standar operasional prosedur atau SOP.Namun demikian, Kombes Djoko enggan membeberkan pelanggaran SOP yang dimaksud.

Ia hanya mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa saksi-saksi.

“Yang disampaikan Bapak Kapolda betul, tapi kami masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi untuk memperkuat apa yang disampaikan Bapak Kapolda,” ujarnya, Rabu (3/1/2024).

Saat itu ia menyebut polisi telah memeriksa sebanyak 27 saksi untuk menetapkan tersangka terkait kasus ledakan smelter tersebut.

Mereka yang diperiksa di antaranya karyawan, korban yang sudah bisa dimintai keterangan, pihak manajemen, hingga ahli pidana dan ahli ketenagakerjaan.red

Komentar Facebook

Pos terkait