Ratapan “Rangga” Putra Bungsu PMI Kasmi Asal Kronjo Menyayat Hati

Gambar Gravatar

TANGERANG, horizontalnews.com – Kasmi seorang janda tiga anak yang hilang kontak selama hampir empat tahun mulai terkuak, ratapan pilu Rangga putra bungsunya mulai sedikit lega, pasalnya ada titik terang dari KBRI Riyadh yang mengabarkan bahwa Kasmi sudah di temukan, menurut keterangannya bahwa di pertengahan bulan November ini akan di pulangkan ke Indonesia. Rabu (27/10/2021).

Udin Anak pertama Kasmi merasa senang atas kabar yang ia terima dari KBRI Riyadh melalui DPC GARDA BMI Tangerang, yang selama ini membantu untuk mencari kabar ibunya.

Bacaan Lainnya

” Alhamdulillah saya merasa sedikit lega mendengar kabar bahwa ibu saya sudah di temukan, mudah mudahan benar di pertengahan November ini di pulangkan oleh majikannya di Riyad, dan saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu keluarga saya”.

Udin yang biasa di sebut Boncel Humas DPC GARDA BMI Tangerang menuturkan ke Awak Media, bahwa Kasmi berangkat ke luar Negeri hampir empat tahun yang lalu, dengan Seponsor berinisial JS warga Desa Pagedangan Ilir Kecamatan Kronjo.

” PMI diberangkatkan oleh JS warga Desa Pagedangan Ilir Kecamatan Kronjo, dan tidak ada kabar beritanya selama beberapa tahun, tapi Alhamdulillah rada sedikit lega setelah mendengar kabar baik dari Pihak KBRI Riyadh, yang selama ini selalu intens bekerja sama dalam membantu permasalahan PMI dengan GARDA BMI, mudah mudahan semua lancar, sesuai harapan keluarga PMI tersebut”, tuturnya

Suyatna Sekertaris DPC GARDA BMI Tangerang yang juga aktivis pemerhati Buruh Migran Indonesia, menyoroti bahwa permasalahan pencari kerja keluar Negeri,” Persoalannya sangat rumit, dengan berbagai macam problem, pasalnya pemberangkatan keluar Negri yang resmi atau legal yaitu ke Asia, namun peroses nya cukup membuat masyarakat enggan, karena di anggap rumit, ditambah lagi biayanya yang cukup mahal mencapai puluhan juta rupiah, sementara pemberangkatan keluar Negri hususnya Timur tengah, sangat menggiurkan masyarakat, walaupun itu unprosedur atau Ilegal karena dianggap prosesnya cepat dan mudah, dapat uang fit, apalagi Calo atau Seponsor bertebaran di mana-mana, ini yang perlu disikapi oleh Pemerintah”, jelas Suyatna.

Suyatna juga menambahkan, ” Kami berharap kepada Pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat, untuk memberikan solusi agar permasalahan pencari kerja keluar Negri ini tidak menjadi problem di masyarakat”, Tutupnya.

(Tarmidi/Red)

Komentar Facebook

Pos terkait